Info Terbaru
Selasa, 21 Jul 2026
  • Informasi Peserta Didik Baru Madrasah Aliyah Negeri 3 Banyumas

REKAPITULASI MURID BARU MAN 3 BANYUMAS TAHUN AJARAN 2026 – 2027

Diterbitkan : - Kategori : Uncategorized

Deskripsi Rekapitulasi PMBM MAN 3 Banyumas Tahun Ajaran 2026–2027

Dashboard pertama menampilkan gambaran umum pelaksanaan Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) MAN 3 Banyumas Tahun Ajaran 2026–2027. Hingga tanggal 11 Juli 2026, jumlah pendaftar mencapai 135  murid dari target penerimaan 180 murid, sehingga tingkat pencapaian target telah mencapai sekitar 75%.

Dari keseluruhan pendaftar tersebut, sebanyak 135 murid dinyatakan diterima, atau sekitar 79% dari seluruh pendaftar, sedangkan sisanya belum memenuhi persyaratan atau tidak melanjutkan proses seleksi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta yang diterima memutuskan untuk melanjutkan proses registrasi.

Perkembangan jumlah pendaftar menunjukkan pola pertumbuhan yang relatif lambat pada minggu-minggu awal, kemudian mengalami peningkatan bertahap hingga minggu ke-18. Lonjakan paling signifikan terjadi pada minggu ke-20, ketika jumlah pendaftar meningkat tajam dari 78 menjadi 159 pendaftar. Setelah itu, jumlah pendaftar mulai stabil hingga mencapai 171 pendaftar pada minggu ke-23.

Komposisi murid yang diterima berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa 92 murid (68%) adalah perempuan, sedangkan 43 murid (32%) adalah laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa minat melanjutkan pendidikan di MAN 3 Banyumas pada tahun ajaran ini lebih didominasi oleh peserta didik perempuan.

Secara keseluruhan, dashboard ini memperlihatkan bahwa proses PMBM berlangsung dengan baik, target penerimaan hampir tercapai, dan tingkat daftar ulang cukup tinggi sehingga memberikan indikasi positif terhadap efektivitas pelaksanaan PMBM.

Deskripsi Komposisi Murid Baru MAN 3 Banyumas

Dashboard kedua menggambarkan karakteristik murid baru berdasarkan umur, asal wilayah, serta asal sekolah.

Berdasarkan umur, mayoritas murid baru berusia 15 tahun, yaitu sebesar 68,89%. Selanjutnya 25,19% berusia 16 tahun, sedangkan 4,44% berusia 14 tahun. Hanya sebagian kecil murid yang berusia 17 tahun maupun 18 tahun, masing-masing sebesar 0,74%. Distribusi ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta didik masuk ke jenjang Madrasah Aliyah sesuai usia ideal setelah lulus SMP atau MTs.

Dilihat dari persebaran wilayah, pendaftar berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banyumas dan sekitarnya. Kecamatan dengan jumlah murid terbanyak adalah Tambak (31 murid), diikuti Kemranjen (29 murid) dan Sumpiuh (22 murid). Kecamatan lainnya seperti Nusawungu, Rowokele, Pekuncen, dan Somagede juga memberikan kontribusi terhadap jumlah murid baru, meskipun dalam jumlah yang lebih sedikit. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah selatan Banyumas masih menjadi daerah utama penyumbang peserta didik MAN 3 Banyumas.

Berdasarkan jenis sekolah asal, murid baru berasal dari empat kelompok sekolah, yaitu:

  • SMP Negeri sebanyak 52 murid,
  • MTs Swasta sebanyak 44 murid,
  • MTs Negeri sebanyak 20 murid, dan
  • SMP Swasta sebanyak 19 murid.

Data tersebut menunjukkan bahwa lulusan SMP Negeri masih menjadi penyumbang terbesar, namun kontribusi madrasah tsanawiyah, khususnya MTs Swasta, juga sangat besar sehingga memperlihatkan tingginya kepercayaan masyarakat madrasah terhadap MAN 3 Banyumas.

Berdasarkan asal sekolah, penyumbang murid terbanyak berasal dari MTs Negeri 2 Banyumas, diikuti SMP Negeri 1 Kemranjen, MTs Ma’arif NU 1 Sumpiuh, dan beberapa sekolah lain di wilayah Banyumas maupun Kabupaten Cilacap. Selain sekolah-sekolah utama tersebut, terdapat 74 murid yang berasal dari 47 sekolah lainnya, menunjukkan bahwa jangkauan promosi MAN 3 Banyumas telah menjangkau wilayah yang cukup luas.

Deskripsi dan Inferensi Data PMBM MAN 3 Banyumas

Dashboard ketiga menyajikan hasil pemodelan matematis terhadap data PMBM, baik untuk jumlah pendaftar maupun jumlah murid yang melakukan daftar ulang.

Pada data pendaftar, pola pertumbuhan dibagi menjadi tiga fase. Minggu ke-1 hingga ke-19 mengikuti model eksponensial, yang menunjukkan pertumbuhan alami sebagai dampak promosi dan penyebaran informasi kepada masyarakat. Pada minggu ke-20 terjadi lonjakan pendaftar yang sangat signifikan sehingga dimodelkan sebagai titik perubahan (branching point) dengan peningkatan sekitar 114% dibandingkan minggu sebelumnya. Selanjutnya, pada minggu ke-21 hingga minggu ke-23 pertumbuhan mengikuti model logistik, yang menunjukkan bahwa jumlah pendaftar mulai mendekati kapasitas maksimum sehingga laju pertumbuhan semakin melambat.

Sementara itu, data murid diterima dan melakukan daftar ulang juga memperlihatkan tiga tahapan pertumbuhan. Minggu ke-1 hingga ke-3 mengikuti pola kuadratik, menggambarkan peningkatan jumlah murid yang cukup cepat pada awal masa daftar ulang. Minggu ke-4 menunjukkan sedikit penurunan sebagai akibat proses seleksi lanjutan atau peserta yang belum melakukan registrasi. Selanjutnya, minggu ke-5 hingga minggu ke-6 mengikuti model logistik, yang mengindikasikan bahwa jumlah daftar ulang mulai stabil mendekati kondisi akhir.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa proses PMBM MAN 3 Banyumas memiliki karakteristik pertumbuhan yang tidak sepenuhnya linier. Terdapat fase pertumbuhan alami, fase percepatan akibat strategi promosi atau mendekati batas akhir pendaftaran, serta fase kestabilan ketika jumlah pendaftar telah mendekati kapasitas penerimaan. Dengan demikian, model ini dapat digunakan sebagai dasar untuk memprediksi pola PMBM pada tahun berikutnya, menentukan waktu yang paling efektif untuk melakukan promosi, serta memperkirakan jumlah calon murid dan kebutuhan daya tampung secara lebih akurat.

 

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Beri Komentar